Di kota Bandung, distro pertama kali dirilis Tempat sablon kaos di Bandung untuk penjualan barang dari band luar khusus band genre underground juga dengan perlengkapan untuk skateboard. “Reverse” terkenal sebagai markas dari pelopor musik indie label saat itu. Lalu ada “Hobbies”, mengkhususkan pada produk atau barang skateboard, juga “Mossy” khusus penjualan kaos band dari luar. Lalu distro yang paling pertama melakukan penjualan produk clothing lokal adalah Anonim. Lalu ada Flashy dan Cynical MD di Jakarta.

Perkembangan Distro Dari Suatu Identitas

Istilah clothing atau distro makin berkembang menjadi kesatuan kategori karena ada karakter dan soul yang dapat menjadi pembeda. Di antara hal tersebut yaitu konsep jelas dari desain, tidak cuman mengambil atau menjiplak desain. Lalu adanya eksklusivitas pada sisi produksi, setiap desain untuk hanya satu produk yang dirilis hanya pada jumlah yang terbatas. Pada hal produksi yang terbatas ini biasanya pada jumlah diantara 50 sampai 150 tiap desainnya. Hal seperti ini yang bisa menjadi pembeda suatu clothing di Tempat sablon kaos di Bandung dengan yang lainnya. Lalu selain itu ada faktor pembeda lain yaitu hubungan antara distro atau clothing dengan suatu komunitas lokal yang sebagai akar dari perkembangan mereka. Orang di belakang pada tiap distro adalah para pemuda yang berkecimpung pada peran lokal, hadirnya mereka ikut support akan kehidupan lokal scene yang mungkin akan sempat mati suri.

Bisnis pada bidang kaos distro merupakan salah satu bisnis yang prospek nya cukup tinggi dan menguntungkan. Kita bisa memasarkan produk kita melalui sosial media seperti Instagram, Twitter, Facebook, dan media sosial lainya. Seiring berjalannya waktu, semua orang dapat mengenakan distro, karena penyebaran distro sudah tidak hanya pada kota-kota yang besar saja. Tidak hanya distro di Tempat sablon kaos di Bandung, distro sudah mulai menyebar sampai kota-kota kecil seperti Purwokerto, Semarang, dan kota-kota medium lainnya. Bahkan di desa-desa pun sudah mulai berdiri distro-distro sederhana.

Related posts: